Jadi Kaya dan Rendah Hati

Monday, August 27, 2012

Satu Jam Saja

Dykapede ~ Satu Jam Saja

Satu jam saja, logis tidak logis, komitmen, pikiran, perkataan, perbuatan
Bukan sebuah judul lagu dan juga bukan sebuah kalimat seperti yang ada didalam sinetron. Saju jam saja disini adalah waktu berharga yang saya dapati tadi malam bersama seorang pria.
Setahun yang lalu, saya mengenalinya dari seorang Ibu yang juga menjadi Istri dari pria dalam artikel ini. Ibu itu adalah seorang Guru di Taman Bermain Anak-anak dan Sekolah Dasar. Sifat dan karakternya begitu keras ketika sedang memberikan Ilmu kepada anak muridnya. Usianya pun menua, tetapi tidak menghalangi beliau ketika sedang mengajar didalam kelas. Kurang lebih setahun perkiraan saya mengenalinya. Dari situ, titik asal saya memberikan Ilmu dan melayani anak-anak didalam kelas.
Satu jam saja, proses dimana diskusi kami berdua *saya dan pria* itu berlangsung tadi malam dikediamannya. Kami berdua membahas tentang hitam dan putih, logis dan tidak logis sampai moralitas pun kami bahas yang diimbangi dalam wajar tanpa pengecualian.
Senangnya hati saya. Pertama, karena dalam diskusi kami hanya ada 2 kalimat yang maknanya sangat sederhana tetapi memiliki berjuta makna. Kedua adalah, saya diberi sebuah buku tentang Kecerdasan Emosi dan Spiritual hasil dari seminar yang diikuti oleh pria itu yang dibawakan oleh Ary Ginanjar Agustian.
Dalam dunia, ada 3 garis hidupmu. Mulai dari pikiran, perkataan dan perbuatan. Jika kita sebagai pemuka, mungkin akan menjalaninya. Tetapi sebagai makhluk pelayan dunia, kecil sekali untuk kita meluruskan garisnya. Kalau seorang pemuka, tidak membutuhkan kekayaan dunia. Ia sudah memiliki dan merasakan kekayaan dunianya bersama Tuhan sang Maha Pencipta dengan melalui Ilmu yang diberikan didunia. Tetapi kita, membutuhkan kekayaan yang digunakan dalam dunia untuk melangsungkan kehidupan. Tak perlu ini itu untuk mencapai keberhasilan. Hanya logis dan tidak logislah yang kita kerjakan sampai meraih keberhasilan. Ada juga dibutuhkan komitmen diri untuk mencapainya. Bayangkanlah jika Tuhan Yang Maha Kuasa melarang kita berbuat ini dan itu. Bayangkan jika dunia tidak ada warna merah dan bayangkan pula jika dunia tidak ada warna biru. Kita hidup bukan untuk Tuhan. Tetapi kita hidup untuk meraih apa yang Tuhan berikan. Apapun itu bentuknya. Coba kita lihat dari keselarasan 3 garis kehidupan. Mulai dari pikiran kemudian perkataan sampai mengahasilkan perbuatan. Esensinya sangat sederhana sekali, apakah Anda dan saya ingin melakukan yang logis atau tidak logis. Seperti yang "walt disney" katakan "adalah sangat menyenangkan melakukan hal yang tidak mungkin".
Tak butuh ini dan itu, hanya logis dan tidak logislah yang ada untuk komitmen menuju pencapaian diri.

Selamat beraktivitas sobat dyka, enjoy it

Software Akuntansi Customize

Popular Posts

Copyright © Blog Dykapede | Powered by Blogger
Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Gooyaabi Templates