Jadi Kaya dan Rendah Hati

Saturday, September 1, 2012

Kekhawatiran Hati, Jika Tak Berbagi

Dykapede ~ Kekhawatiran Hati, Jika Tak Berbagi



Alhamdulillah, "sampai detik ini kumasih bisa menatap indahnya dunia ke depan". KarenaNya, saat gelap malam datang, mataku tak berhenti untuk menataNya. Bahkan, tak pernah berhenti sampai jarum jam berhenti melangkah ke kanan. Lalu, apa yang harus kulakukan jika tak ada satu pun orang yang menginginkan bagian dari dirinya adalah miliknya.

Hari diawali dari huruf "S" yaitu adalah senin, dan diakhiri dengan huruf "M" yang berarti minggu. Ada pagimu yang kau buang begitu saja untuk menunggu datangnya malam demi mendapatkan tawa keras yang kau anggap semuanya benar.

Lihatlah kemeja yang kau kenakan dengan kerah berwarna cokelat terukirkan tulisan tangan para pembuat batik. Seketika itu, warna kerahmu memudar dan kau pun tak lagi menyukainya. "Stop, berhenti disitu". Buka pintu lemari dan lihatlah berapa banyak koleksi bahan katun yang kau miliki yang tak kau gunakan dengan baik. Perhatikan wajah mereka, dan cobalah kau ambil beberapa koleksimu lalu berikanlah padanya. Mungkinkah dia akan menolak pemberian koleksimu dengan pudarnya warna kerah itu. "Kurasa tidak"...

Kalau begitu, untuk apa kau membela diri untuk membeli dan memiliki satu koleksi yang nantinya juga akan membuatmu bosan. Tetapi, tidak untuk mereka yang ingin membeli dan memiliki koleksi sepertimu, namun sang anak dan istrinya menginginkan yang lain.

Kini, aku diberi segudang ilmu, seni dan kreasi didalam perputaran roda kehidupan olehNya. Disamping itu, apa yang dilarang olehNya tetap kulakukan tanpa ada rasa takut sedikitpun. "Gawat", hal ini harus segera dibuang seperti kantong plastik yang berisikan sampah rumah dipojok dapur.

Tahukah apa yang kudapatkan sehingga kekhawatiran tentang hatiku jika tak berbagi. "Ehmmm, mungkin juga akan mengalahkan soal ujian para calon PNS itu"?
Lalu, apa yang kau rasakan setelah berbagi?!!
"Tadinya aku ragu. Mau tidak mau". 

Tapi sekarang, hatiku bertambah menjadi lebih damai karena berbagi. Kadang, hatiku resah bila tak punya banyak uang. Tetapi, lebih resah lagi jika aku tak pernah membagikannya kepada mereka.

Nah, bagaimana denganmu disana? Sudahkah kau membagikannya untuk mereka. Apapun itu. Apapun yang kau miliki. Apapun yang menjadi keinginan hatimu, bagikanlah untuknya. "Tenanglah", ada jalanNya yang akan menuntunmu untuk lebih cepat sampai ke tempat tujuan. Ada jalan kiri dan ada jalan kanan. Ada jalan atas dan ada jalan bawah. Ada pula jalan depan dan belakang, sampai akhirnya kau pun tersesat dijalan yang benar. Sesekali kau sadar, siapakah yang mengiringi jalanmu. Disitulah kau bersujud dan akan selalu berbagi dan terus berbagi untuk makhlukNya...

Software Akuntansi Customize

Popular Posts

Copyright © Blog Dykapede | Powered by Blogger
Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Gooyaabi Templates