Jadi Kaya dan Rendah Hati

Friday, September 21, 2012

Kisah Es Kelapa Muda

Dykapede ~ Kisah Es Kelapa Muda
Kelapa Muda

Suasana siang hari terlihat kaku seperti batu hijau yang menempel dijari manis Mahatma Gandhi. Sama seperti hari-hari sebelumnya. Yang ada hanya bongkahan dan serpihan es batu yang ada didalam tempat plastik jualan para pedagang asongan. Mungkin karena banyak keluhan manusia tentang fatamorgana kehidupan. Ehmm, salah satunya tanpa ada alasan yang benar.
Sekarang, saya ingin menceritakan tentang seorang pedagang es kelapa muda. Seorang bapak-bapak yang cukup tua. Aku tak tahu, berapa modal yang ia keluarkan untuk memulai usahanya. Yang kutahu hanya ia berusaha untuk menghidupi keluaga besar, anak dan cucu lewat es kelapa muda.
Belakangan ini, cuaca ibukota sangat sempurna bagi para ibu-ibu yang baru saja menjemur pakaian basahnya. Sempurna bagi para pedagang yang membutuhkan sebuah es batu untuk hidangan minuman para pelanggan tetapi kurang sempurna bagi para petani si pembajak sawah.

Aku baru saja pulang untuk menyelesaikan urusanku dikota ini. Perjalananku cukup lama, membutuhkan waktu sampai 3 jam untuk sampai ke tempat tujuan. Tapi, semua itu bukan apa-apa dibandingkan dengan seseorang tukang becak yang mengayuh gerobaknya untuk mengantarkan orang kesana.

Dalam perjalanan, akupun sampai dipuncak dimana aku merasakan kantuk yang luar biasa. Aku berinisiatif untuk istirahat disalah satu tempat peribadatan sekaligus aku melaksanakan kewajibanku disitu. Usai melaksanakanNya, kulihat pedagang makanan dan minuman. Langsung kuhampiri abang tukang bakso, pesan satu porsi lalu kumakan ditemani minuman ringan rasa madu. Disela-sela makanku, kulihat seorang penjual es kelapa muda yang sedang melayani 3 orang laki-laki memesan dagangannya.
Proses jual beli selesai, ketiga orang laki-laki pun telah membayar pesanannya, tetapi dengan tidak menghabisi apa yang mereka pesan kepada bapak tua penjual es kelapa muda.
Kaget..! Semuanya nyata, logis dan bukan sebuah rekayasa belaka.
Seorang penjual es kelapa muda itu tak memperdulikan kesehatan para pembeli.
Tahu gak sob, si bapak itu membereskan sisa buah kelapa muda pesanan 3 laki-laki, yang harusnya langsung dibuang, ternyata masih disimpan bawah kolong meja. Penasaran, diam-diam kuperhatikan si penjual es kelapa muda dari belakang. Perlahan si bapak mengambil ketiga buah kelapa muda. Diserut perlahan, kemudian dicampur lagi kedalam adonan es kelapa mudanya yang ia jual. Terus-menerus sampai akhirnya ketiga buah bekas orang itu habis lalu dibuangnya begitu saja. 
GILA sob, kejadian hari ini adalah himbauan buat teman-teman untuk tidak mengkonsumsi aneka jenis makanan dan minuman di pinggir jalan. Kondisi lingkungan yang bersih dan penjual ramah, bukan jaminan buat para pembeli. Bukan maksud hati berburuk sangka terhadap sesuatu yang kita mau dan bukan pula ajakan buat sobat dyka, tetapi alangkah baiknya belajar dari realita kehidupan yang telah berlalu.
Mungkin, si penjual es kelapa muda baik dengan tidak membuang langsung sisa-sisa pesanannya. Bisa juga berhemat. Namun, hanya kita yang bisa menilainya. Kita berbuat curang, culas dan apalah itu untuk keuntungan pribadi yang mana tak ada seorang pun tahu akan perilaku itu. Hello brother and sister, Tuhan tidak nyata dalam dunia yang penuh dengan nafsu ini, tetapi ada dalam ketidak pahaman kita tentangNya.
Semoga kelak, si penjual es kelapa muda sadar serta mendapatkan hidayah dari apa yang ia lakukan.




Software Akuntansi Customize

Popular Posts

Copyright © Blog Dykapede | Powered by Blogger
Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Gooyaabi Templates