Jadi Kaya dan Rendah Hati

Friday, September 7, 2012

Relax Seperti Kucing

Dykapede ~ Relax Seperti Kucing

Relax Seperti Kucing

Sering banget dong tentunya kita ngeliat kucing, baik kucing liar atau kucing peliharaan rumah. Mungkin beberapa bagi kita ada yang menyukainya dan ada yang tidak karena alergi atau lainnya. Saya sendiri termasuk kedalam tipe yang tengah-tengah, ga terlalu suka tapi ga benci juga karena bagi saya kucing itu binatang yang letoy banget, beda banget sama anjing yang energic! Jika kita ingin belajar kesetiaan, belajarlah dari anjing. Bagaimana setianya anjing kepada majikannya. Jika ingin belajar tentang gotong royong belajarlahlah dari semut, jika ingin belajar kebersihan belajarlah dari lebah dan jika ingin belajar rileksasi atau relax, belajarlah dari kucing.

"Para yogi di India mengatakan, kalau Anda ingin menguasai teknik rileksasi, pelajarilah kucing. Saya tidak pernah melihat kucing kelelahan, gugup, tidak dapat tidur, cemas atau menderita radang perut. Semua bencana tadi mungkin dapat Anda hindari dengan mempelajari perilaku kucing”- Dale Carnegie
Kata-kata Dale Carnegie dalam bukunya petunjuk menikmati hidup dan pekerjaan membuat saya berpikir, okey… ternyata kucing ga seletoy dan ga bisa apa-apa seperti yang saya kira. Tapi sebelumnya kenapa sih kita mesti rileks dalam ngejalanin hidup dan pekerjaan? Jelas biar ga stress. Namun bukan hanya itu rileks itu dibutuhkan banget dalam ngejalanin kehidupan sehari-hari, pernah gak kita merasakan misalnya lagi belajar dengan dosen yang super duper kiler selama 2 jam belom apa-apa kita udah tegang, gugup, padahal mata kuliah yang ia ajarkan sangat-sangatlah mudah, tapi tidak ada satupun materi yang nyangkut ke otak. Lalu akhirnya jika mata kuliah itu sudah selesai kita ngerasa kayaknya lelaah banget.  lalu dikelas lain kita kedapatan kelas dengan dosen yang biasa-biasa aja, Dan kondisi kita relax. Santai. Enjoy. Padahal matakuliah yang diajarkan itu sangatlah susah, selama 4 jam, namun dengan kondisi kita yang relax, santai, enjoy itu ngebuat materi yang diajarkan lebih masuk ke otak. Dan kita juga ga merasa kelelahan yang berlebihan. Nah itu salah satu contoh kenapa rileks itu diperluin banget, sehingga kalaupun lelah penyebabnya bukan pekerjaan mental yang telah kita lakukan, tapi karen cara kalian melakukan pekerjaan tersebut.

Kembali lagi ketopik awal, kenapa kita perlu belajar dari kucing… karena kucing benar-benar tahu bagaimana caranya ‘menikmati’ hidupnya, rileks alias santai dalam melakukan sesuatu, walau ia sedang dalam posisi terjepit karena ia bisa merilekskan dirinya dengan baik ia tidak akan tidak bisa tidur. Dan ternyata, tidurnya kucing itu sebagai salah satu cara untuk mengurangi stress walaupun dalam kondisi waspada. Coba kalau kita lagi dalam posisi dikejar-kejar, kita pasti tidak akan bisa tidur. Otot-otot kita akan tegang terus menerus karena kita tidak mau mencoba rileks. Lalu kucing itu juga selalu mempunyai prinsip work smart not hard, contoh saat sedang mengejar tikus. Ia tidak akan berkerja sekeras mungkin untuk mendapatkan si tikus, tapi lebih menitik beratnya bagaimana caranya untuk mendapatkan mangsanya dengan berbagai triknya. Dan tentunya rileks.

Jadi bagi kalian yang selalu tegang dalam menjalani sesuatu, yuk kita coba rileks seperti kucing. Work smart NOT hard. Kasian otot-otot kita bila setiap hari dibikin tegang terus sama kita, kita juga nantinya yang akan lelah lebih cepat dari biasanya. Rileks… and enjoy your life.

Sumber : Bremi Asih Pertiwi | Young On Top 

Software Akuntansi Customize

Popular Posts

Copyright © Blog Dykapede | Powered by Blogger
Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Gooyaabi Templates