Jadi Kaya dan Rendah Hati

Monday, February 18, 2013

Seorang Supir dan Kernetnya

Suatu hari, saya hendak mengantarkan kekasih untuk panggilan kerja di Perusahaan pembuat kaca. Cuaca cerah bersama hembusan angin menemani perjalanan kami berdua menuju kantor itu. Pertanyaan pertama (karena tak tahu jalan, jadinya saya bertanya saja) tertuju pada seorang Ibu yang sedang menjual dagangannya di pinggir jalan. Memang, saat itu kondisi jalan nampak padat karena lalu lalang pengendara bermotor ditambah angkot dan truk besar yang menuju tujuannya masing-masing. 

Setelah menempuh perjalanan yang cukup macet, akhirnya kami berdua tiba di Perusahaan tersebut. Saya pun menghampiri satpam yang bertugas menjaga pintu gerbang kantor. Basa-basi selesai, dan akhirnya kekasih saya masuk kantor, dan saya pun harus menunggu diruang tunggu. Karena mungkin hanya kandidat pelamar kerja yang diperbolehkan masuk ke dalam kantornya.

1 jam kulewati penuh dengan do'a dan rasa sabar. Disamping saya, ada 2 orang lelaki yang tidur ditempat ruang tunggu. "Dalam hatiku, apa enaknya siang bolong dengan suhu yang lumayan panas ini tidur tanpa alas kasur". Tetapi itulah enaknya tidur, tanpa butuh ini dan itu rasa nyenyak akan setia menemani. 

Beberapa saat kemudian, ada sebuah truk kuning memasuki kantor. Di dalamya ada 2 orang pria, yang satu supir dan satu lagi kernet. Tak lama kemudian, 2 pria yang tertidur pulas itu bangun *mungkin karena suara bising yang dikeluarkan dari knalpot truk*. Sesaat terlintas dan baru sadar, ternyata pria ini menunggu pesanaan kaca yang akan dibawa ke daerah Pandeglang Banten *sebelumnya dan sesudah mereka bangun, kutanya 2 pria yang tertidur dengan basa-basiku*  

Tak lama kemudian, operator forklift datang dengan membawa tumpukan kaca besar yang kemudian dipindahkan, ditaruh diatas truk mereka masing-masing sesuai dengan pesanan sebelumnya.

Sambil menunggu kekasih keluar dari ruang interviewnya, saya melihat cara kerja mereka bersama rekan kerjanya *perusahaan kantor* dan para supir serta kernetnya. 

Pertama, mereka bersama-sama memindahkan kaca besar pesanan konsumen ke sebuah tumpuan besar yang terbuat dari kayu. Kedua, diangkut dan dipindahkan keatas truk oleh operator forklift. Ketiga, setelah selesai semua, barulah tugas kernet dan supir mengikat tali lalu mengaitkannya pada besi bawah truk (seperti gambar dibawah ini)

Simbiosis Mutualisme

Simbiosis Mutualisme

Simbiosis Mutualisme

Simbiosis Mutualisme

Dari ke empat gambar diatas, terlihat jelas ada dua profesi yang berbeda dalam satu pekerjaan. Layaknya seorang supir, yang tugas utamanya adalah menyetir kendaraan dari awal keberangkatan sampai menuju tempat tujuan. Sebaliknya, memang benar adanya tugas dari seorang kernet adalah membantu kesiapan dari apa yang dibawa oleh supir untuk kendaraannya. Hal ini berlaku jika kita melihat pada aturan dan tata cara pekerjaan yang telah dibuat oleh Perusahaan. Tetapi, dalam hal penyelesaian akhir, terkadang harus mengedepankan gotong royong dalam setiap pekerjaan.

Hal ini dimaksudkan adalah sifat dan rasa ego yang berada dan tumbuh dalam diri kita, dapat dikontrol dengan rasa mawas diri. Coba bayangkan jika si supir tak membantu kernetnya untuk mengikat tali yang tersedia dibody truk, kemungkinan hal kecil akan berakibat besar. Sebaliknya, jika sang kernet bekerja sendiri, sangat tidak mungkin sekali kaca pesanan klient itu dengan cepat terkirim ke tempat tujuan akhirnya.

Cerita dari seorang supir dan kernet ini mungkin dapat kita jadikan cermin diri. Sebagai makhluk ciptaan Tuhan, sudah merupakan hal mendasar kita tidak hidup sendiri. Dengan kata lain, menjalani kehidupan, setidaknya juga membutuhkan bantuan orang lain. Bukan berarti menunggu bantuan datang dan berharap ada sebuah rezeki menghampiri kita.

Tugasnya adalah UPAYAKAN dengan segera apa yang dapat dilakukan dan CIPTAKAN komunikasi baik dengan mereka untuk mendapat satu tujuan bersama.

Sekian cerita ini saya rangkai dengan harapan dapat membantu saya dalam mempelajari kehidupan dan berguna untuk sobat dyka semua.

Semoga bermanfaat, sehat sukses selalu...

Software Akuntansi Customize

Popular Posts

Copyright © Blog Dykapede | Powered by Blogger
Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Gooyaabi Templates