Jadi Kaya dan Rendah Hati

Friday, August 2, 2013

7 Kunci Sukses dan 4 Tantangan 7-Eleven


Marketing Indonesia

7 Kunci Sukses
  1. Positioning  yang berbeda : membuat model convenience store dengan gaya campuran seperti restoran siap saji dan cafe. Mereka membuat konsep bukan sekadar grab and go, tetapi juga grab and eat.
  2. Timing yang tepat : masuk di saat yang tepat ketika kelas menengah Indonesia semakin besar dan ada pertumbuhan lifestyle konsumen Indonesia yang semakin suka bersosialisasi dan berkomunitas. 
  3. Masuk di Segmen yang kosong : kebanyakan convenience store tidak fokus di kalangan remaja dan anak muda. Mereka lebih berfokus pada kelompok yang sudah memiliki penghasilan.
  4. Produk unggulan dan inovasi produk : 7-Eleven memiliki produk unik unggulan seperti Slurpee, Big Gulp, dan lain-lain. Sama halnya dengan Kentuky dengan ayam original dan McDonald dengan Big Mac. Tidak hanya itu, 7-Eleven pun terus melakukan inovasi produk seperti mengeluarkan Naduk. Juga bekerja sama dengan Blue Bird untuk layanan pemesanan taksi.
  5. Experiental Marketing : 7-Eleven membangun suasana experiential dengan memadukan konsep belanja di minimarket dan cafe`. Pengunjung bisa mengambil makanan dan minuman serta meraciknya sendiri.
  6. Harga yang terjangkau : 7-Eleven menerapkan strategi value for money yang tepat bagi pasar remaja. Dengan membeli produk yang sedikit di atas convenience store yang biasa, konsumen bisa menikmati suasana seperti cafe`.
  7. Intimasi dengan konsumen : strategi promosi yang berusaha dekat dengan target konsumen dilakukan melalui media-media sosial maupun menggunakan ikon-ikon remaja dan anak muda.
4 Tantangan
  1. Izin. Status yang tidak jelas dari 7-Eleven, apakah ini cafe`/resto ataukah chain store bisa menjadi batu sandungan bagi 7-Eleven.
  2. Agresivitas pemain ritel raksasa. Kelompok pemain ritel pun berdatangan untuk masuk ke kategori baru ini. Mereka memiliki kemampuan membuka gerai yang jauh lebih cepat dibandingkan 7-Eleven.
  3. Profitabilitas toko. Profit menjadi penting bagi sebuah ritel. Sementara ritel cuma memiliki margin yang tipis. Jika konsumen mendapatkan layanan yang sangat ekstra bisa menghabiskan margin.
  4. Perubahan Selera dan Loyalitas. Produk lifestyle sering punya masalah dimana selera konsumen bisa berubah. Apalagi remaja adalah kelompok yang suka mencoba dan loyalitasnya rendah. Oleh karena itu inovasi harus terus dilakukan.
Demikian kilasan tentang kunci sukses dan tantangan bagi 7-Eleven yang saya baca dari majalah marketing.co.id dan menjadi salah satu ritel yang mumpuni. Semoga bermanfaat, sehat sukses selalu.

Ilustrasi Gambar : www.cimincorporated.com

Software Akuntansi Customize

Popular Posts

Copyright © Blog Dykapede | Powered by Blogger
Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Gooyaabi Templates