Jadi Kaya dan Rendah Hati

Saturday, April 5, 2014

5 Cara Mengajarkan Anak Untuk Berbagi/Beramal

Mengajarkan Anak Untuk Berbagi/Beramal
Sumber Gambar : http://evarohilah.files.wordpress.com/
Menjalankan Puasa bukan berarti hanya berfokus untuk menahan lapar dan dahaga saja tetapi sebagai orang tua, kita mempunyai tanggung jawab untuk mengajarkan anak kita dan sekaligus mengingatkan diri kita juga bahwa memberi selalu lebih baik dari pada menerima. Berikut adalah beberapa cara mudah mendorong anak agar mempunyai semangat untuk memberi :

1. Orang Tua Sebagai Contoh
Cara ini merupakan cara yang paling dasar, karena jika memberi sudah merupakan bagian terpenting di dalam keluarga, maka anak-anak pun otomatis belajar untuk memberi dengan mencontoh/melihat dari kebiasaan dermawan orang tuanya.

2. Ajak Anak Ikut Berprestasi
Ajak mereka ikut berpartisipasi pada saat memberikan donasi, misalnya dengan membiarkan anak memilih baju-baju atau mainannya sendiri untuk disumbangkan kepada panti asuhan yang sudah dipilih bersama-sama.

3. Biarkan Anak Belajar Berkorban
Cara ini dapat membuat anak-anak melihat dan merasakan hubungan langsung antara berkorban dengan kemampuan mereka untuk memberi. Hal ini dapat dilakukan dengan mengajak anak-anak untuk menyisihkan uang jajan mereka dan membiarkan mereka yang memilih serta membeli permen/cokelat agar dapat dibagikan kepada anak-anak jalanan.

4. Berikan Secara Diam-diam
Pastikan tangan kanan tidak mengetahui apa yang tangan kiri Anda lakukan. Membantu orang lain bukan berarti harus diumumkan keras-keras agar semua orang tahu apa yang kita lakukan, bukan? Jelaskan kepada anak-anak, mengapa memberi/beramal sebaiknya dilakukan secara diam-diam : bahwa tujuan memberi/beramal bukan untuk mengharapkan terima kasih atau mendapatkan pemberian baik, dan penghargaan, namun untuk meringankan kebutuhan, untuk berbagi kelimpahan, dan untuk membagikan kepada orang lain kebaikan yang kita rasakan di dunia.

5. Jadikan Sebagai Tradisi Keluarga
Memberi/beramal tidak hanya dapat dilakukan pada waktu-waktu tertentu saja, seperti di bulan Ramadhan ini. Namun akan lebih baik jika dilakukan secara berkala, contoh dengan membuat agenda rutin untuk memberi/beramal sebagai tradisi dalam keluarga. Perlu diingat, agar orang tua memilih agenda yang benar-benar dapat mengajak anak-anak turut serta supaya mereka semakin senang dan menikmati indahnya berbagi bersama orang lain yang membutuhkan.

Sumber : Sequislife

Software Akuntansi Customize

Popular Posts

Copyright © Blog Dykapede | Powered by Blogger
Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Gooyaabi Templates