Jadi Kaya dan Rendah Hati

Thursday, April 24, 2014

Sang Trilogy

Saat malam tiba, mataku tertuju pada jam dinding yang terpasang diatas tembok rumah. Sunyi dan hening menemani proses perputaran waktu malam itu. Dan, rasa maluku terungkap ketika seseorang memanggil dengan suasara khas yang tersirat untuk beribadah menghadap sang pencipta disaat semua orang tertidur pulas. Sungguh, benar-benar memalukan...

Inginku adalah, berkesempatan setiap hari, untuk selalu bangun pagi diantara waktu paginya. Memanjakan tubuh dengan segarnya air dan udara pagi, melihat beningnya embun pagi dan eloknya sinar matahari, pun kicauan burung diatas pohon-pohon rindang. Somehow, aku benar-benar menginginkannya.

Keindahan waktu pagi, sangat berarti bagi jiwa mulia kita semua.

Hari ini, aku mendengar kabar gembira dari wanita penghebatku. Tak lain adalah seorang wanita yang kukenali 4 tahun yang lalu. Ia adalah seorang yang dilahirkan oleh Ibunya ke dunia beberapa tahun silam. Berada dalam lingkungan keluarga sederhana, dengan segudang kebahagiaan yang terpancar dari dalam dirinya. Itulah dia adanya.
Ia adalah anak ketiga dari 8 (delapan) bersaudara. Apa kabar gembiranya..?!" Salah satu dari saudaranya, kak dewi melahirkan anak pertamanya ke dunia nyata. Tepatnya hari ini, tanggal 23 April 2014 di Rumah Sakit Melati Tangerang. Hal inilah yang akan kuceritakan juga pada kalian semua sobat dyka.

Sang Trilogy
Ilustrasi : vemale.com
Selesai bekerja, aku langsung menuju Rumah Sakit Melati yang berada di kawasan Pos Kota Tangerang. Salah satu rumah sakit yang sangat lama yang berada dikota Tangerang. Konon, pelayanannya baik dan bagus yang membuat rumah sakit sederahana dengan 3 lantai ini bertahan lama diantara rumah sakit lainnya yang berada dikota Tangerang, ujar temanku yang pernah keluar masuk rumah sakit itu. Disini, aku tak ingin menceritakan tentang rumah sakitnya, namun aku akan berbagi pengalaman terhadap kalian semua, khusunya pria dan wanita yang akan menuju pelaminan yang nantinya dikarunia anak.
Kak dewi, adalah anak kedua dari 8 (delapan) saudara. Ia adalah kakak kandung dari wanita hebatku "siti maesaroh".  Proses kelahiran anak pertamanya ini sekaligus memberikan pengalaman bagiku. Mengapa? Karena baru kali ini tahunya lahiran dengan cara caesar.

Setibanya dirumah sakit, aku bertemu dengan Ibuku (ibu kandung wanita penghebatku yang nantinya juga akan menjadi ibuku) sampai akhirnya bertemu dengan seluruh keluarganya. Kak dewi dilahirkan dengan cara caesar. Yang tak semua ibu muda inginkan, begitupula dengan kak dewi. Namun, apadaya dan kini kami berucap syukur padaMu rabb atas pertolongan, petunjuk dan hidayah besar yang telah engkau berikan sehingga Ibu dan anaknya dalam keadaan sehat *alhamdulillah*. 
Saat dirumah sakit, kusempatkan diriku untuk masuk ke dalam ruang operasi. Melihat kondisi kak dewi yang terbaring lemas diatas kasur usai proses operasi selesai. Peluh bercampur rasa mual dalam tubuhnya menemani saat itu. Rasa perih, sesekali terucap dari mulutnya. 

Selang beberapa saat kemudian, kami berkumpul diruang tunggu passien yang disediakan oleh manajemen rumah sakit melati. Wow, belum pernah aku melihat dan merasa nyamannya disini. Pasalnya adalah, ruang tunggu passien ini memang dikhususkan bagi keluarga yang hendak mengunjungi sanak family yang sedang dirawat atau melahirkan disini. Tak lama kemudian, petugas keamanan rumah sakit masuk ke dalam ruang tunggu dan memeriksa para pengunjung, yang lalu mengabsen dan memastikan sekaligus memberitahu peraturan selama didalam rumah sakit melati. Hmmm, terima kasih pak satpam.
Dan singkat cerita, kak dewi lalu dipindahkan ke ruang istirahatnya yang berada dilantai 3. Setelah masuk ke dalam ruang istirahat, ternyata ada 3 (tiga) passien didalamnya. Semuanya ibu muda yang melahirkan anaknya dengan proses caesar. Lagi dan lagi, peluh bercampur rasa mual dalam tubuhnya menemani saat itu. Rasa perih, sesekali terucap dari mulutnya. Sampai akhirnya, kami semua pulang ke rumah.

Sang Trilogy

Dahulu kala, sebelum kita menjadi seorang seperti sekarang, ternyata begitu berat perjuangan sang Ibu untuk menginginkan kita keluar ke dunia nyata, walaupun hal ini belum kualami sendiri. Sejatinya adalah kita dilahirkan mulai dari seorang bayi, membentuk anak-anak, tumbuh ramaja, berkembang dewasa, menjadi rumah-tangga hingga kakek-nenek. 
Dalam bentuk nyata, patut kiranya kita wajib untuk berbakti kepada kedua orang tua. Sang Trilogy ini adalah bentuk kisah nyata yang kualami sekarang. Kita dilahirkan, dimatikan sampai dihidupkan kembali setelah melalaui proses panjang dari kuasaNya sang maha pemilik alam semesta.

Kita dilahirkan, dimatikan sampai dihidupkan kembali...

Sang Trilogy
Ilustrasi : jashtis.org
"Seorang wanita telah dilengkapi oleh Tuhan dengan keindahan jiwa dan raga adalah suatau kebenaran, yang sekaligus nyata dan maya, yang hanya bisa kita fahami dengan cinta kasih, dan hanya bisa kita sentuh dengan kebajikan."

Software Akuntansi Customize

Popular Posts

Copyright © Blog Dykapede | Powered by Blogger
Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Gooyaabi Templates