Jadi Kaya dan Rendah Hati

Sunday, May 4, 2014

Membohongi Diri Sendiri

Membohongi Diri Sendiri
Ilustrasi : http://christianfaithatwork.com/
Satu tahun adalah waktu yang sebentar untukku. Dan, hari ini telah kulewati bersama para sang pembelajar di dalam ruangan yang sangat LUAR BIASA! Namun, betapa tak bersyukurNya ketika dalam waktu 12 bulan belum ada KEYAKINAN dan KEPEDULIAN terhadap orang dan lingkungan yang kusayangi.

Aku adalah seorang dari 3 (tiga) bersaudara yang dilahirkan oleh keluarga bahagia dalam kesederhanaan. Kami semua tumbuh dalam keharmonisan dalam bentuk rasa syukur yang disampaikan pada sang Pencipta setiap waktu. Saat masih duduk dibangku sekolah dasar (SD), aku ingin sekali lekas keluar dari masa belajarku untuk melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi yaitu sekolah menengah pertama (SMP). Pikirku ingin sekali memakai seragam putih abu-abu itu. Tak sabar untukku pergi ke lingkungannya. Sampai akhirnya pun tiba, kini aku duduk dibangku sekolah menengah pertama bersama teman-teman dan lingkungan baru. Warna dari seragamku tak lagi merah putih, kaos kaki yang kupakai tak lagi sampai lutut.
Memasuki kelas baru, keinginanku terulang kembali. Ingin rasanya untuk menyelesaikan masa belajar ini, dan segera masuk ke lingkungan belajar ke tingkat berikutnya, yaitu sekolah menengah atas. Sampai akhirnya pun tiba, kini aku duduk dibangku sekolah menengah atas (SMA) bersama teman-teman dan lingkungan baru disana.
Semasa belajar, kedua orang tuaku selalu memperhatikannya. Tak pernah berhenti mengingatkanku untuk membaca ulang dan memintaku untuk mengoreksi pelajaran yang telah kudapat disekolah tadi pagi. Mulai dari SD, SMP, hingga aku SMA, mereka tak pernah bosan dan tak pernah lelah menyuruhku untuk belajar. Sampai akhirnya aku lulus dengan hasil maksimal, walaupun belum ada prestasi terbaik yang keberikan kepada orang tuaku.

Cermin Diri
Dalam masa belajarku, keinginan untuk segera keluar dari bangku SD, SMP dan SMA sangat menggebu-gebu. Setiap hari, keinginanku untuk mengakhiri masa itu selalu membayangi setiap kulihat anak memakai seragam yang lebih tinggi dariku. Namun, sangat disayangkan bagiku saat itu tidak ada proses keseriusanku untuk belajar. Tidak ada keseriusanku untuk mendapatkan prestasi terbaik. Tidak ada bentuk rasa syukurku padaNya. Yang kulihat adalah kebutaan dunia yang setiap waktu dan setiap hari kubuang sia-sia dengan keinginan untuk segera pindah ke tahapan selanjutnya. 
Bagus untukku, agar supaya diri ini segera selesai dan naik ke tahap berikutnya, namun dusta bagiku karena telah membohongi diri sendiri dari waktu yang telah kubuang sia-sia. Ayah dan Ibuku senang melihatku menyelesaikan masa belajar dari bangku sekolah dasar sampai sekolah menengah atas. Namun, sangat disayangkan bagiku karena tidak bisa memberikan prestasi kepadanya.
“Walaupun tak ada biaya, kamu harus kuliah nak, ucap Ayah Ibuku.”  Dan, kini aku berhasil mendapatkan beasiswa pendidikan 100% dari upayaku hingga mengantarkan pada wisuda tahun ini yang khusus aku dedikasikan kepada mereka berdua.

MISSION ACQUIRED :
Seperti yang diungkap bapak Andrie Wongso. Success Is My Right. Sukses bukan milik orang-orang tertentu. Sukses milik Anda! Sukses milik Saya!. Dan milik siapa saja yang benar-benar menginginkan, menyadari dan memperjuangkan dengan sepenuh hati.

Inginku dalam hati, semoga suatu saat bisa mendirikan sekolah Luar Biasa dengan tekad dan keberanian bersama sang pembelajar yang didasari dengan Mental Yang Berkarakter.

Andyka Musfi Abdillah
Agent Of Wisdom 2014 

Salam Sukses, LUAR BIASA! 

Membohongi Diri Sendiri
Desain By : @dykapede

Software Akuntansi Customize

Popular Posts

Copyright © Blog Dykapede | Powered by Blogger
Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Gooyaabi Templates