Jadi Kaya dan Rendah Hati

Wednesday, June 25, 2014

Faktor Dari Bumi, Manusia dan Langit

"Manusia belajar dari waktu dan kejadian, itu pun jika ia mau mengalahkan egonya..." 
Mempelajari Faktor Bumi, Faktor Manusia dan Faktor Langit
Ilustrasi : http://www.powerlawofattraction.com/
FAKTOR LANGIT 

Manusia adalah makhluk yang sempurna dengan perilaku yang tidak sempurna. Mengapa? Karena adanya nafsu. Selain Faktor Bumi dan Manusia yang bisa kita perbaiki dengan belajar dan menyempurnakan ikhtiar, ada Faktor Langit yang membuat langkah-langkah kita tak mendapat kemudahan, atau bahkan selalu mendapat halangan. Apa itu Faktor Bumi, Manusia dan Langit?

  • Faktor Bumi adalah ketetapan hukum alam (sunnatullah) yang telah Allah rancang sedemikian rupa. Mereka bekerja saling terkait dan memiliki banyak sekali 'variabel' yang tak habis untuk dipelajari. Jika kulempar batu ke atas, maka akan jatuh ke bawah. Jika aku menempuh jalan A, maka aku akan sampai di X. Sungguh mekanisme alam semesta yang sangat sempurna dan saling terkait.
  • Faktor Manusia adalah ikhtiar kita untuk mempelajari sunnatullah untuk menyempurnakan langkah-langkah. Seperti mempelajari ilmu ekonomi, pemasaran, keuangan, manajemen dan lainnya. Tetapi, sekuat-kuatnya belajar, kita tak akan bisa mengejar 'variabel' yang tak terhingga dan terus berubah dan bertambah. Maka dari itu, manusia serba terbatas ilmunya. Adanya penemuan baru, seperti tablet PC saja, sudah menimbulkan butterfly effect di banyak hal. Allah Maha Besar...
  • Faktor Langit adalah Hak Allah untuk memberi kemudahan atau hambatan meski tak sesuai dengan kewajaran hukum alam. Itulah sebabnya perhitungan Anda belum tentu (bahkan sering) tak sesuai kenyataan.
Banyak cerita di masa lalu tentang keajaiban-keajaiban yang dialami oleh para nabi, seperti Nabi Musa yang membelah lautan dengan tongkatnya. Hukum alamnya adalah laut tak akan terbelah, tapi karena Allah berkehendak (mukjizat), maka tak ada yang mustahil. Sebenarnya, dalam keseharian, mukjizat-mukjizat kecil itu sering kita alami, yaitu dalam bentuk kemudahan-kemudahan yang kita dapatkan. Misalnya, kita berdo'a meminta kemudahan solusi dalam kebangkrutan kita. Ehh kemudian kita dipertemukan dengan investor, diberikan ide yang cemerlang, atau jalan-jalan lain yang tak kita sangka-sangka.

Sebaliknya, saat kita optimis habis dengan segala hitungan keberhasilan akan proyek atau bisnis kita, ehh musibah datang tiba-tiba. Bukannya untung, malah buntung. Apa pun ketentuan Allah, baik kemudahan ataupun hambatan yang diturunkan ke kita, semua akan meninggalkan segudang tanda tanya. Sebenarnya hanya ada satu jawabannya : Itulah HAK ALLAH. Tidak selalu Anda yang taat beribadah akan diberi kemudahan-kemudahan. Tak selalu juga yang melanggar aturan-aturan-Nya akan dipersulit jalannya. Bisa jadi semua sebaliknya. Jadi, sebaliknya, bagaimana kita harus bersikap?
  1. Akuilah keterbatasan ilmu kita, karena gagal itu wajar bagi seorang manusia. Begitu banyaknya variabel bisnis dan kehidupan, bagaimana kita bisa memastikan keakuratannya? Saat kita terjatuh, ngepel dulu.. Aha, belajar 1 variabel baru, agar esok tak terulang lagi.
  2. Tobatlah, karena manusia memang takkan luput dari dosa. Tak akan orang semakin nista dengan bertobat, justru akan semakin mulia dengan memperbaiki diri. Mungkin karena cinta Allah kepada kita, maka kita diberi hambatan-hambatan, agar kita selalu memperbaiki amal dan ibadah kita. Mungkin juga saatnya pembersihan hati, yang tak kalah dahsyatnya dalam pengabulan do'a. Guru saya (dalam buku yang dibaca saya) pernah berkata, "Orang-orang yang berilmu dan beramal sering tertipu oleh dirinya sendiri. Merasa lebih dari orang lain, apapun dalilnya... "Astaghfirullaah...
  3. Bersabarlah, tapi bukan berdiam diri. Makna sabar itu sendiri adalah komitmen untuk terus menyempurnakan ikhtiar. Lakukanlah "Strategi -- Aksi -- Evaluasi -- Re-strategi" terus-menerus, terus-menerus, dan terus-menerus, Jangan harapkan rezeki datang, tapi persiapkan diri untuk menyambut rezeki. Sudah pantaskah Anda jadi KAYA? Jika belum, mungkin malah jadi musibah buat Anda.
  4. Do'a, selain wujud penghambaan kita, juga dilakukan untuk meminta kemudahan jalan. Sering kita mendikte Allah untuk memenuhi keinginan kita. Lha, siapa yang lebih tahu sih yang terbaik buat kita? Yang dicipta atau yang mencipta?
Mungkin sebagian dari Anda menunggu saya (si penulis buku yang saya baca) berucap 'sedekah'. Hal itu masuk dalam kategori amalan kita. Yang sering terjadi, malah sedekah itu seolah ditransaksikan seolah "menyuap penjaga pintu rezeki". Bukannya pengakuan kesalahan dan kekurangan kita, ehhmalah mengatakan, "Sedekahku kurang gede...!" Cek yang wajib-wajib dulu, apakah sudah benar?

"Kita tak pernah tahu kapan malaikat akan lewat. Namun jika kita selalu siaga, maka tak akan terlewatkan oleh malaikat."
Iya, itulah beberapa inspirasi yang saya baca dari bukunya Mas Jaya YEA yang berjudul Kitab Anti Bangkrut. Semoga manfaat dan selalu semangat. 


Referensi Artikel : Buku Kita Anti Bangkrut




Software Akuntansi Customize

Popular Posts

Copyright © Blog Dykapede | Powered by Blogger
Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Gooyaabi Templates