Jadi Kaya dan Rendah Hati

Thursday, June 26, 2014

Tak Usah Ragu Memudahkan Orang

Pesan Kearifan Nabi :
"Allah memasukkan ke dalam surga seseorang yang mempermudah urusan ketika dia menjadi penjual, atau ketika dia menjadi pembeli, atau ketika dia menjadi hakim, atau ketika dia menjadi terdakwa." (HR Ahmad)
Siapa yang tak ingin dipermudah? Saat kita menjadi pembeli kemudian kita keliru membeli sesuatu dan hendak menukarnya, kita pun berharap sang penjual bermurah hati mau melayani. Ketika kita menjadi penjual, ternyata kemudian kita salah menyebut harga atau salah menyajikan hidangan, kita berharap konsumen bermurah hati memaafkan. Siapa yang tidak ingin hidup penuh kemudahan seperti ini?

#11 Memudahkan Pelanggan
Ilustrasi : thenextweb.com
Nabi Muhammad SAW, tahu apa yang diidamkan oleh manusia sehingga beliau pun memberikan pesan kemudahan, terutama dalam urusan jual-beli. Dari Anas bin Malik, Nabi SAW bersabda :
"Lakukanlah sesuatu dengan mudah dan jangan membuat kesulitan. Berikan kesenangan kepada masyarakat dan jangan datangkan kebencian."
Ingat salah satu prinsip marketing modern saat ini guna memudahkan para pelanggan adalah kemudahan cara membayar. Pelanggan atau konsumen diberi kebebasan menggunakan cara membayar secara cash, kartu debit, ataupun transfer. Hal seperti ini termasuk prinsip kemudahan.

Selain itu, prinsip lain seperti persoalan menukarkan barang. Alangkah lebih bijak jika seorang pedagang mencantumkan prasarat : "Barang yang dibeli dapat ditukar dalam masa 3 hari dengan menunjukkan struk pembelian." Hal ini lebih jelas mempermudah daripada pernyataan keras seperti ini : "Periksalah barang yang Anda beli. Barang yang dibeli tidak dapat ditukarkan kembali."
Pernyataan keras diatas ini seolah-olah menyelamatkan pedagang dari kerugiaan kalau terjadi penukaran barang yang tidak sesuai. Padahal, pernyataan itu bisa mengundang ketidakberkahan sehingga menyumbat jalan rezeki. Berhati-hatilah saudaraku para pebisnis! :D

Nabi Muhammad SAW, bahkan terus menekankan kemudahan ini sehingga beliau pun bersabda : "Dari Abu Musa, kakek Said bin Jarir, ketika Rasulullah menunjuk Muadz bin Jabal dan saya sendiri sebagai gubernur Yaman, beliau menasehati kami sebagai berikut :
"Janganlah kamu menciptakan kesulitan-kesulitan untuk masyarakat dan buatlah hidup ini mudah dan nyaman sesuai dengan mereka."
Ada lain cerita dalam hal perdangan kelas kecil menengah pun kerap terjadi fenomena menyulitkan. Misalnya, jika seorang pelanggan atau konsumen membayar dengan uang pecahan besar, sang pedagang tampak menunjukkan raut kurang suka sambil berkata, "Uang kecil ajah, Mba. Gak ada kembalian ini!" Terkadang, meskipun konsumen sudah meletakkan uang pecahan besar tadi, uang itu benar-benar tidak diacuhkan oleh si pedagang. Maksud si pedagang kitalah yang berkewajiban mencari tukaran uang pecahan kecil. Alhasil, kerap keputusan yang diambil adalah tidak jadi membeli dan si pembeli ngeloyor pergi dengan raut kesal.

Sebaliknya, jika si pembeli merasa dilayani dengan baik, bahkan mendapatkan banyak kemudahan, ia pun akan merasa senang. Pada awalnya, bermaksud membeli satu barang menjadi beberapa barang. Bahkan, di dalam bisnis restoran, tidak jarang para pembeli memberikan tips kepada pelayan yang menurut mereka memuaskan.

Tak Usah Ragu Memudahkan Orang
Ilustrasi : http://social.easybranches.com/
"Tidak Usah Ragu Memudahkan Orang"
Bagaimana kita tidak ditegur dengan jaminan dari Rasulullah SAW, bahwa orang yang demikian akan ditempatkan Allah SWT didalam surga. Karena itu, jauhkan konsep "kalau bisa dipersulit, mengapa harus dipermudah" dalam hidup kita.

Cerita inspirasi diatas, adalah kisa cerita buku yang saya baca dan juga pengalaman kerja juga dagang yang saya alami. Banyak hal kutemui yang tak berujung pada ketulusan untuk membantu sesama. Bukankah, jika kita mempermudah urusan orang lain, kelak kita akan dimudahkan pula olehNya. Kuncinya adalah EVALUASI DIRI. 

Semoga manfaat, terus berupaya dan belajar, selalu rendah hati dan penuh syukur semangat luar biasa.


Software Akuntansi Customize

Popular Posts

Copyright © Blog Dykapede | Powered by Blogger
Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Gooyaabi Templates